Tak Hiraukan Bahaya, Joki Vaksin Jadi Solusi

Oleh: Ai Hamzah

 

Lensamedianews.com–  Belum lama ini, beredar berita terkait pengakuan seorang bapak yang mengaku telah beberapa kali divaksin. Tak tanggung-tanggung bapak ini telah divaksin sebanyak 14 kali. Dan bapak ini melaporkan dirinya yang telah menjadi joki vaksin dengan bayaran berkisar antara 100-800 ribu. Bayaran yang tidak seberapa dibandingkan dengan akibatnya ketika divaksin berkali-kali.
Tanpa berfikir panjang semua dilakukannya kerena himpitan ekonomi. Dengan rela dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagai seorang tukang bangunan tentu penghasilan yang diperolehnya tidak seberapa. Apalagi ketika pekerjaan itu tidak kunjung datang. Sedangkan kebutuhan terus berlangsung.

Akhirnya joki vaksin pun menjadi pilihan dari solusi kehidupannya. Instan memang, tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih maka dengan mudah akan mendapatkan nominal. Tanpa memikirkan akibatnya ketika tubuh berkali-kali divaksin. Menurut info kesehatan kerusakan hati akan menjadi ancaman, namun hal itu tak dihiraukan demi berlangsungnya hidup.

Penguasa yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, lenyap bak ditelan bumi. Rakyat dibiarkan hidup sendiri dalam keadaan yang serba sulit, terlebih saat pandemi seperti sekarang. Ditambah dengan aturan penguasa yang membuat masyarakat serba sulit. Pajak salah satunya, hampir di segala lini tak luput dari pungutan pajak. Sementara penghasilan pun dibawah rata-rata.

Begitulah sistem ini menjadi jeratan yang tak ada hentinya bagi rakyat. Kapitalis yang sudah menggurita membuat rakyat mengambil jalan pintas untuk solusi kehidupannya. Tak lagi menghiraukan akibat dari perbuatan yang dilakukannya. Apapun bisa dilakukannya tanpa ada batasan apakah perbuatan itu boleh atau tidaknya dilakukan. Yang penting bagi mereka hawa nafsu bisa terpenuhi, itu menjadi acuannya.

Padahal sebagai seorang muslim terikat dengan batasan hukum syara’. Hukum yang berasal dari Sang Pencipta alam semesta dan isinya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai seluruh manusia, beribadahlah kepada (Tuhanmu) yang memelihara kamu dan menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu.” (QS. Al Baqarah 21).

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyaat/51: 56).

Islam agama yang sempurna, semua solusi kehidupan bisa didapatkan dari ajaran yang mulia ini. Bagaimana ketika Islam mengatur dan mengurusi seluruh urusan umat, termasuk dalam ekonomi. Seorang khalifah dalam kebijakannya mengelola sumber daya alam, tidak akan pernah melakukan privatisasi. Karena semua ini adalah milik umat. Sumber daya alam yang ada diharamkan untuk dikelola oleh korporat, kalaupun ada itu hanya sebatas ijaroh/kerjasama bukan kepemilikan. Maka dalam hal ini khalifah akan mengelola secara mandiri sumber daya alam.

Sungguh begitulah aturan Islam, aturan yang sesuai dengan fitrah manusia, aturan yang membuat manusia sejahtera hidup dalam damai. Karena aturan itu diturunkan oleh yang Maha Mengatur kehidupan ini yaitu Allah SWT. Yang sangat tahu betul apa yang dibutuhkan oleh manusia hidup di dunia. Manusia pun akan hidup dalam rahmat Allah karena Islam adalah rahmatan lil’alamiin. Wallahu a’lam. [ah, LM]

Please follow and like us: