Mudik Dilarang, Wisata Jadi Bumerang

IMG-20210601-WA0062

 

Keputusan pemerintah untuk melarang mudik lebaran berimbas pada melonjaknya jumlah pengunjung di sejumlah tempat wisata. Sebut saja pengunjung Taman Impian Jaya Ancol yang pada hari kedua lebaran mencapai 39.000 orang (cnnindonesia.com, 15/5/2021). Tak ketinggalan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Marga Satwa Ragunan juga mengalami kejadian serupa. Alhasil, pemerintah DKI menerbitkan aturan bernomor 1790/-1.858.2 tentang penutupan ketiga tempat wisata di atas yang berlaku pada tanggal 16 dan 17 Mei 2021, dengan alasan untuk penguatan protokol kesehatan masyarakat.

Sebagian masyarakat pun bingung dengan aturan buka-tutup tempat wisata, dan berharap tempat wisata tetap dibuka seperti sedia kala. Namun banyak pihak yang khawatir membludaknya pengunjung bakal menjadi klaster baru penyebaran covid-19. Sebab kerumunan di lokasi wisata telah menyerupai kerumunan massa di sungai Gangga India yang menyebabkan gelombang tsunami covid-19 kedua di sana.

Di sinilah pentingnya pemerintah merumuskan kebijakan secara matang dan terencana. Jangan sampai larangan mudik diterapkan namun menuai bumerang dari pembukaan tempat wisata. Pemerintah harus menempatkan perlindungan terhadap nyawa rakyat sebagai tujuan utama, dengan tidak membuat aturan yang berpotensi membahayakan rakyatnya. Sebab dalam Islam terdapat kaidah syara’ _laa dharara walaa dhirara_, yang artinya, “tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain”.

Aturan larangan mudik namun tak seiring sejalan dengan pembukaan wisata ini seharusnya menyadarkan umat Islam tentang pentingnya aturan sempurna dan komprehensif untuk mengatur tata kehidupan manusia. Aturan yang mampu meminimalisasi kepentingan dan hawa nafsu segelintir manusia. Aturan itu hanya datang dari zat yang Maha Sempurna, yakni Allah Swt. Aturan itu tak lain adalah syariah Islam yang hanya bisa diterapkan secara kaffah dalam bingkai khilafah Islam. [Faz]

Nurwati, Jakarta Timur

Please follow and like us:

Tentang Penulis