Kartu Prakerja, Solusi Kebutuhan Dasar Rakyat?

Direktur Eksekutif manajemen membuka pendaftaran Kartu Prakerja, pada gelombang pertama telah terdaftar sebanyak 1.4 juta orang, pada gelombang pertama kuota pendaftaran Kartu Prakerja ini adalah 164.000 orang sementara yang sudah verifikasi NIK sebanyak 624.000 orang. Pendaftaran kartu Prakerja ini dibuka hingga gelombang 30.

Akibat pandemi Covid-19 ini banyak perkerja yang di PHK dan stay at home. Hal ini sangat jelas menandakan bahwa ekonomi rakyat semakin rendah. Jika di-PHK pasti akan kehilangan pekerjaannya dan pemasukan, lantas bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan seluruh keluarganya? Apalagi di saat kondisi pandemi saat ini. Sehingga pemerintah mempercepat memperlakukan Kartu Prakerja pada saat bulan lalu yang dijadikan sebagai janji dalam kampanyenya. Namun, apakah mampu Kartu Prakerja ini menjadi solusi bagi rakyat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya di tengah pandemi ini? Kalau di amati kartu Prakerja ini tidak cocok diterapkan kepada rakyat. Mengingat persyaratan pendaftarannya bahwa Kartu Prakerja itu sendiri adalah pemberian bantuan berupa biaya pelatihan, untuk apa? Untuk meningkatkan keterampilan sehingga bantuan yang didapatkan tidak dirasakan secara langsung oleh rakyat di musim pandemi ini.

Di sini tidak melihat siapa yang di-PHK dan tidak, tetap saja membutuhkan bantuan langsung tunai untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat agar tetap hidup. Itulah solusi ala kapitalisme yang penuh dengan serampangan dan setengah hati. Penguasa saat ini tidak benar meriayah rakyatnya. Sehingga tidak tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh rakyatnya di masa pandemi ini. Sangat beda dengan pandangan Islam yang begitu meriayah rakyatnya dengan baik. Setiap individu dipenuhi kebutuhannya baik di masa pandemi maupun tidak. Islam selalu mengetahui kebutuhan dasar yang dibutuhkan rakyatnya. Hal ini telah terlihat di masa kepemimpinan Umar Bin Khattab, yang begitu adil dengan rakyatnya.

Wallahualam bis shawab

 

Susi,
Forum Pena Dakwah Maros

[hw/LM]

Please follow and like us:

Tentang Penulis