Menggugat Peran Media di Era Digital

Oleh: Messy (Mahasiswa) 

 

LensaMediaNews— Aku Messy, berstatus sebagai salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Sumatera Barat. Dari kecil aku begitu tertarik dan menyukai dunia literasi, terutama yang berkaitan dengan aktivitas menulis dan membaca. Bebicara dunia literasi, tentu tak lengkap jika tak membahas peran pers di era globalisasi dalam memajukan dunia literasi.

 

Meskipun aku begitu tertarik dan menyukai dunia literasi. Namun, ada terselip rasa kecewaku terhadap penulis yang tak bertanggungjawab dalam melahirkan sebuah karya tulisan yang penuh dengan hoax (kebohongan). Entah apa yang terlintas dibenak mereka sehingga setega itu berniat untuk mengangkasakan informasi yang berisi kebohongan.

 

Apalagi ditengah era globalisasi hari ini, setiap seorang memiliki kebebasan dan kemudahan dalam mengakses berbagai macam informasi. Dari infomasi yang berisi kebaikan hingga informasi yang berisi hoax (kebohongan). Semua bisa diakes oleh siapa saja dengan ujung jari. Namun, aku begitu miris melihat ada manusia yang tak bijak dalam mengakses teknologi di era globalisasi ini, yang memanfaatkan kemajuan teknologi hanya untuk kepentingan pribadi. Tanpa memikirkan kepentingan masyarakat lainnya.

 

Disini, pentingnya menggungat peran pers di era globalisasi untuk bijak mempublikasikan dan menyebarkan sebuah informasi. Jangan sampai pers yang dipecaya oleh masyarakat sebagai lembaga yang mempublikasikan dan menyebarkan suatu informasi yang aktual dan terpecaya, berubah menjadi penyebar berita hoax (kebohongan). Sehingga pers begitu diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan semestinya. Salah satunya menyebarkan informasi yang aktual dan terpercaya, membasmi tersebarnya berita hoax dan sebagai media yang menerima aspirasi masyarakat. Selain itu, pers mampu memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan berbangsa dan bernegara.

 

Tak hanya pers yang harus bijak, masyarakat pun diharapkan bijak dalam menerima informasi yang menyebar, mampu menyaring mana informasi yang berisi fakta dan mana informasi yang berisi dusta. Perlu tersedianya informasi yang benar, disini pers menjalankan perannya. Berita bohong harus dilawan dengan berita benar. Berita dusta harus dilawan berita fakta. Sehingga masyarakat tak mudah termakan informasi yang berisi hoax (kebohongan).

Namun, apakah pers sudah mejalankan fungsinya dengan semestinya? Satu hal yang paling penting. Pers juga tak mampu berdiri sendiri tanpa sokongan dan peran negara. Maka negara pun juga harus sigap dalam membasmi berita hoax dan memastikan bahwa berita yang tersebar merupakan berita yang benar. Semakin berkembangnya teknologi informasi maka semakin besar pula kemungkinan tersebarnya berita hoax.

 

Salah satu hal yang ditekankan pada Pasal 5 UU Pers adalah memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Sehingga pers mampu menerima aspirasi masyarakat dan menyampaikannya kepada penguasa. Sehingga tak terjadi ketimpangan hukum antara penguasa dan masyarakat. Semoga negara, pers dan masyarakat mampu bersinergi dalam menjalankan peran pers di era globalisasi. [LM]

Please follow and like us: