Bermuka Manis, Menuai Pahala

Oleh: Ummu Rizkyi

 

LensaMediaNews— Manusia di dunia ini, diciptakan Allah dengan salah satu fungsinya yaitu sebagai mahkluk sosial. Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan yang namanya interaksi dengan manusia yang lainnya. Saat bertemu dan berinteraksi dengan orang lain, agar kita mendapat respon positif maka salah satu cara atau triknya, kita harus bermanis muka, berseri-seri, tertebar senyum yang memekar di bibir kita, bukan muka masam, cemberut, cuek dan yang tidap sedap dipandang mata.

 

Adapun faedah bermuka manis, murah senyum, santun, ramah, dan sedap dipandang mata yaitu akan menumbuhkan dan menularkan rasa bahagia, ceria, semangat dan suasana yang menyenangkan yang lainnya. Islam mengajarkan kita agar kita memiliki akhlak yang baik, termasuk bermanis muka kepada orang lain.

 

Seseorang yang bermuka masam, cemberut, cuek dan kelihatan acuh kepada orang lain sering dilabeli dengan orang yang galak, marah, judes, sadis, tidak sedap dipandang dan lain-lain.

 

Islam melarang umatnya untuk bersifat sombong dan kasar. Islam juga melarang, saling membenci dengan sesama muslim, juga termasuk bermuka masam yang tak sedap dipandang mata. Apalagi sampai memalingkan muka kepada sesama muslim.

 

Sebaliknya, Islam mengajarkan bagaimana caranya adab seorang kepada muslim lainnya. Sesama muslim adalah saudara, yang sudah seharusnya saling sayang menyayangi tidak boleh sombong dan rendah hati. Bahkan disunahkan ketika bertemu sesama muslim kita harus salam, sapa dan berjabatan tangan, karena semua itu bernilai ibadah disisi Allah.

 

Berinteraksi dengan orang lain agar kita direspon positif, kita harus ramah, menyapanya dengan penuh kehangatan dan keakraban, menanyakan kabarnya, mulailah perbincangan kecil dan tunjukkan kepedulian kita dengan tulus.

Islam mengajarkan kita agar kita selalu tersenyum ketika bertemu dengan orang lain. Sesuai dengan sabda Nabi Saw, yang artinya, “Senyum di hadapan saudaramu sesama muslim adalah sedekah.” dari Abu Dzar ra.

 

Dari hadist di atas jelas, bahwa tersenyum, menampakkan wajah yang berseri-seri, bahagia, sumringah dan ceria bernilai ibadah dan mendapat ganjaran pahala seperti pahala sedekah.

 

Murah senyum akan menumbuhkan efek rasa bahagia dan senang bagi orang yang ditemuinya. Hal ini juga merupakan kebaikkan dan keutamaan. Wajah yang berseri-seri, murah senyum, ramah, selalu menyapa lebih dulu akan mudah untuk menarik hati orang lain untuk diajak pada Islam dan kebaikkan.

 

Bermurah senyum merupakan akhlak yang mulia. Rosulullah Saw bersabda yang artinya : “Orang yang paling dicintai di antara kalian dan paling dekat duduk dengan ku di akhirat adalah yang bagus akhlaknya.” (HR Tirmidzi)

 

Murah senyum dan bermuka manis juga harus pada tempatnya. Kita sebagai muslimah harus bermuka manis pada sesama muslimah dan mahramnya saja. Ketika kepada laki-laki yang bukan mahramnya kita tidak diperbolehkan bermuka manis, apalagi dimanis-maniskan. Hal ini sangat jelas merupakan larangan Allah SWT. Allahu’lam bisowab.
[Hw/Lm]

Please follow and like us:

Tentang Penulis