Hangout ala Muslimah, Cinta Nabi Cinta Syariah

Oleh Meivita Yusmala Dewi, S. Farm., M. Farm., Apt.

 

LensaMediaNews— Reportase – Ahad, 17 November 2019 – Sejumlah remaja di kabupaten Probolinggo mengadakan acara santai namun tetap berisi yaitu Hangout ala Muslimah dengan tema Cinta Nabi Cinta Syariah. Hangout ini dihadiri oleh lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan dengan perjuangan karena menempuh jarak yang cukup jauh yaitu dari Gading, Maron, Gending, dan Banyuanyar. Acara yang seru dan berkah ini digelar di rumah Kak Meivi tepatnya di Kecamatan Banyuanyar bagian selatan.

 

Kak Echa selaku ketua pelaksana beserta segenap panitia merancang acara ini secara matang agar terlaksana dengan baik, penuh barokah, menarik, dan asyik dengan harapan peserta dapat mewujudkan cinta yang hakiki kepada Nabi Saw.

 

Para peserta mulai berdatangan sejak pukul 08.30, disambut hangat oleh panitia dan disuguhi tayangan video sholawat kemudian Kak Wita selaku MC membuka acara ini. Para peserta dikenalkan dengan yel-yel penyemangat untuk menambah hangat suasana. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran surat Ali Imron: 31 oleh Kak Yulia. Berikutnya masuk pada acara inti, penyampaian materi oleh Ustazah Eka.

 

Ustazah Eka mengawali pemaparan materi dengan sebuah hadits riwayat Muslim, an-Nasa’i, al-Bazzar, dan Ibnu Khuzaimah, yaitu Anas bin Malik ra. menuturkan bahwa Seorang Arab berkata kepada Rasul saw., “Kapan Hari Kiamat?” Rasulullah saw. balik bertanya kepada dia, “Apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapi Hari Kiamat?” Dia berkata, “Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda, “Engkau bersama dengan yang engkau cintai.”

 

Jika seorang Muslim mencintai Nabi, di akhirat kelak akan dikumpulkan bersama beliau. Sebagai seorang Muslim tentu ada pengakuan cinta Nabi karena hal ini merupakan keharusan dan bukti keimanan sekaligus bekal yang dapat mengantarkannya untuk bisa masuk surga bersama Nabi.

 

Cinta yang mampu membawa Muslim ke surga adalah cinta hakiki, bukan cinta dusta atau cinta palsu. Cara mewujudkan cinta hakiki yaitu dengan mengikuti risalah Nabi yang sempurna dalam Islam. Mengikuti risalah dengan menjalankan syariah secara kaffah baik dalam perkara spiritual juga dalam perkara lainnya, artinya menerapkan syariah secara totalitas.

 

Ustazah Eka melanjutkan paparan materinya, yakni cinta Nabi berarti menjadikan beliau sebagai hakim untuk memutuskan segala perkara, bahkan sepeninggal beliau tetap menjadikan hukum-hukum syariah yang beliau bawa sebagai pemutus sebagaimana firman Allah dalam QS. an-Nisa (4): 65.

 

Singkatnya, rasa cinta kepada Nabi akan menghasilkan kecintaan pada syariah Islam. Kecintaan pada syariah tentu akan menghasilkan kerinduan pada penerapan syariah tersebut, terlebih saat ini syariah Islam belum diterapkan dalam semua aspek kehidupan.

 

Acara diselingi dengan games yang dipandu oleh Kak Ria dengan media bola. Bola dilemparkan kepada peserta secara acak, peserta yang terkena lemparan bola diminta menyebutkan nama benda dengan melanjutkan suku kata terakhir nama benda yang disebutkan sebelumnya. Permainan ini cukup menguras energi, menguji konsentrasi, dan menambah keceriaan peserta. Para peserta yang salah atau tidak dapat menyebutkan nama benda maka diberi sanksi memimpin pembacaan sholawat bersama semua peserta.

 

Setelah peserta kembali fresh, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk semakin memahami materi Cinta Nabi Cinta Syariah. Para peserta yang terpilih mendapatkan doorprize menarik dari panitia.

 

Acara diakhiri dengan doa oleh Kak Yuliana, memohon kepada Allah untuk diampuni dosa, digolongkan orang-orang yang masuk surga, dan dimudahkan dalam mewujudkan cinta hakiki kepada Nabi dengan menerapkan syariah Islam. Wallahua’lam bi ash shawab. (RA)

Please follow and like us: