Jangan Jadi Penguasa Anti Kritik

orang penguasa atau pemimpin terpilih bisa jadi memang dia yang terbaik. Namun mereka yang terpilih tetaplah manusia biasa yang berpotensi untuk berbuat salah.
Apalagi kekuasaan termasuk godaan besar bagi manusia yang bisa saja akan mendorong pemegangnya untuk berlaku korup, zalim dan diktator.
Pemimpin dan penguasa yang baik akan memiliki kesadaran dan memosisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat. Bukan junjungan rakyat yang setiap kebijakannya harus diterima tanpa negoisasi apalagi tanpa melihat akan jadi kebaikan atau keburukan bagi rakyatnya.
Pemimpin dan penguasa yang paham posisinya sebagai pelayan masyarakat tidak akan menjadi sosok anti kritik. Sebaliknya, dia akan membuka diri terhadap nasihat, kritik dan koreksi. Pasalnya dia akan sadar bahwa koreksi itulah yang akan menjadi kebaikan bagi dirinya di dunia dan akhirat.
Ketika ada kemungkaran yang tampak dari pemimpin atau penguasa maka rakyat wajib mengingkari dan menasihati serta mengoreksi dirinya. Karena kritik dan nasihat ini bukan semata urusan dunia tapi bagian dari melaksanakan kewajiban dari Allah SWT.
Dengan semua itu, maka akan muncul pemimpin dan penguasa yang paling baik, yang paling mencintai dan dicintai rakyatnya, serta yang mendoakan dan didoakan oleh rakyatnya.
Pemimpin seperti ini akan terlahir dari seorang muslim yang bertakwa dan menjalankan syariat Islam secara kaffah dalam sistem pemerintahan Islam.
Semoga pemimpin yang tidak anti kritik itu akan segera lahir. Karena pemimpin dan penguasa yang terlahir dari rahim kapitalisme tidak mungkin menjadi pemimpin yang dapat membawa kebaikan bagi rakyatnya. Wallahu a’lam bishowab.
Emma Elhira