Menghadapi Teman Iri dan Dengki

Ustazah Menjawab #2

Assalamu’alaikum wr.wb
Perkenalkan saya M, asal Kalimantan Tengah.

Saya mau bertanya bagaimana menghadapi teman yang suka iri dan dengki dengan kehidupan kita? Adakah tipsnya mengatasi orang seperti itu

Wassalam

M

_______________

Waalaikumussalam Wr.Wb

Ukhti M yang dirahmati Allah, adalah sebuah sunnatullah ketika ada seseorang yang tak menyukai kita, iri atau dengki pada kita. Imam Syafi’i bahkan berkata:

“Engkau tak akan mampu menyenangkan semua orang. Karena itu, cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.”

Terlebih saat ini kita tidak hidup dibawah naungan Islam. Aqidah yang lemah dan cinta dunia selalu dicekokkan. Yang pada akhirnya, sifat iri dan dengki terhadap saudara sesama muslim lahir menjamur.

Kita tidak bisa mengontrol hati semu manusia. Namun yang bisa kita lakukan adalah mengontrol hati kita. Agar dalam kondisi apapun, hati, akal, dan seluruh tubuh kita senantiasa tunduk pada syariat Allah.

Ketika ada seseorang iri atau dengki kepada kita, setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

Pertama, ridhai hal itu sebagai bagian dari qadla’ Allah. Bahwa ujian yang menimpa kita terjadi atas izin Allah. Bukan semata-mata kejahatan si pendengki. Dan tentunya segala yang ditimpakan Allah pada kita, terjadi karena ada kebaikan di dalamnya.

Kedua, instrospeksi (muhasabah) diri. Kira-kira, adakah perilaku kita yang menimbulkan rasa iri? Jika ada, segera hentikan perilaku kita kepadanya. Misalnya, mungkin tanpa sengaja kita sering menceritakan pada dia, ni’mat-ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Atau mungkin, ketika kita mendapat ni’mat, kita lupa untuk berbagi dengannya.

Ketiga, tetaplah berlaku baik kepadanya. Terlebih jika yang iri adalah saudara sesama muslim. Ada hak-hak ukhuwah yang diperintahkan Allah untuk ditunaikan padanya. Beberapa syariat yang mampu menumbuhkan cinta dan ukhuwah bisa kita lakukan. Diantaranya, mendahulukan menyapa dengan salam dan memberi hadiah. Rasulullah Saw bersabda,

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Berikan hadiah, terutama setiap kita mendapatkan nikmat dari Allah. Ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Salinglah memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Lakukan syariat ini dengan ikhlas berharap ridha Allah, bukan ridho manusia semata.

Dan yang tak kalah penting adalah doakan dia. Karena sejatinya, hanya Allah-lah yang maha kuasa untuk membolak-balikkan hati manusia.

Diantara doa yang ma’tsur terkait hasad, adalah yang terdapat dalam surat Al-Falaq.

Rasulullah juga mengajarkan kita sebuah doa,

« اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ ، وَنَجِّنَا مِنْ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ، …… »

”Ya Allah, pertautkanlah diantara hati kami, perbaikilah hubungan diantara kami, tunjukkan kami jalan kedamaian, selamatkan kami dari kegelapan menuju kepada terang ….” (HR Al Hakim, Abi Dawud, dan Ibnu Hibban)

Minta secara khusus kepada Allah agar si fulan yang iri dengki tadi, disembuhkan oleh Allah dari penyakit hati tersebut.

Wallahu a’lam. [RA/FA]